Thursday, 9 July 2009

EGOISME

Egois!
Pastinya kamu sekalian telah mengetahui tentang hal yang satu ini, karena semua orang pastinya memilikinya tapi jangan berlebihan. Egois adalah sifat orang yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa melihat atau mengindahkan kesejahtraan orang lain. Egoisme dapatmenyebabkan kebahagiaan semu dan sementara, serta kesengsaraan yang terus-menerus. Egoisme mengarah kepada keselamatan yang belum pasti, tetapi kalau binasa itu sudah pasti.

Kecintaan, kasih sayang dan tolong menolong di antara kita akan menjelma menjadi sebagai suatu kekuatan yang diperhitungkan seribu kali. Karena sengketa dan perpecahan dikalangan kita , maka segala musibah menimpa kita. Itu semua disebabkan oleh sikap kita yang selalu egois terhadap lingkungan sekitar kita.

Perlu kita ketahui, apabila kita menjauhi tetangga, maka keamanan rumah kita akan terancam, kenapa? pikirkan saja seandai kita ego tidak peduli, jika terjadi hal yang tidak diinginkan merekapun tidak peduli dan tidak mau menolong kita. Apabila hubungan kita dengan mereka baik dan mesra, maka tetangga kita akan ikut menjaga rumah kita, melindungi keselamatan kita, dan menghibur kesepian kita.

Upah Mengajarkan Al-Qur'an Dan Ilmu Pengetahuan

Boleh tidak ya? kalau seorang ustadz/pengajar mengambil upah dalam mengajarkan Al-Qur'an atau ilmu pengetahuan? mungkin ada banyak orang yang bertanya tentang hal tersebut. Sebagian Ulama berpedapat memberbolehkan untuk mengambil upah mengajarkan Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan, jika yang bersangkutan dengan agama sekadarnya saja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Walaupun mengajar itu suatu kewajiban mereka. Karena mengajar itu telah memakai waktu, maka telah sewajarnya lah kita memberikan upah untuk waktunya, karena mereka telah memakai waktu mereka yang lainnnya. Muhammad Rasyid Rida berkata, " Saya telah mendengar dari Syekh Muhammad Abduh, Beliau mengatakan," Guru-guru yang mendapat gaji dari wakaf, hendaklah mereka mengambil gaji itu, kalu mereka membutuhkannya, dengan tidak disengaja itu sebagai upah. Dengan cara demikian mereka akan mendapatkan ganjaran juga dari Allah SWT sebagai penyiar agama."

JIHAD

Jihad adalah perang atau melakukan perlawanan kepada orang kafir yang dipandang musuh, untuk membela atau mempertahan kan agama Allah SWT di muka bumi ini.
Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 193 :
Artinya :
"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi, dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah, jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu ), maka tidak ada permusuhan (lagi) kecuali terhadap orang-orang yang dzalim."

Didalam ayat tersebut diatas telah dijelaskan bagaimana islam mengatasi suatu pemahaman dan ajaran yang dijelaskan. Didalam ayat tersebut telah dijelaskan bahwa tujuan perang adalah untuk menangkis serangan dari orang-orang atau negara yang memusuhi orang-orang atau negara-negara yang memusuhi islam. Ini dimaksudkan untuk menghentikan kedzaliman atau penganiayaan terhadap islam. Islam mengizinkan berperang karena ada sebab-sebabnya, yaitu :
  1. Untuk menolak kedzaliman
  2. menghormati tempat ibadah
  3. menjamin kemerdekaan tanah air
  4. menghilangkan fitnah
  5. menjamin kebebasan memeluk agama
Jika hal-hal diatas tidak di indahkan, kita diperbolehkan berperang.

Wednesday, 8 July 2009

AKAL MANUSIA DIBALIK LIDAHNYA

Thahir Azzahri berkata,"Seorang duduk mengikuti ta'lim yang disampaikan oleh Abu Yusuf(seorang ulama). Orang itu hanya duduk diam, tanpa bicara. Lalu Abu Yusuf berkata kepadanya,"Bicaralah."
Orang itu lalu bertanya,"Ya, kapan seorang berbuka puasa?"Abu Yusuf menjawab,"Apabila matahari matahari tenggelam."
Orang itu bertanya lagi,"Bagaimana jika matahari tidak tenggelam sampai malam?''
Mendengar pertanyaan tersebut Abu Yusuf tertawa terbahak-bahak, lalu dia berkata,"Engkau benar sekali dengan diammu. Aku yang salah, menyuruh kamu berbicara.''

Makna dari cerita diatas adalah adakalanya kita untuk berbicara ketika menghadiri suatu majlis, karena jika kita menghadiri suatu majlis ilmu haruslah menyimak apa yang disampaikan oleh pemberi ilmu tersebut.

TIGA SIFAT YANG TERCELA DARI PEMBUKA RAHASIA/AIB

Orang yang mudah membuka aib atau rahasia seseorang pastinya menunjukkan beberapa hal sifat yang tercela yang dia miliki, yaitu :
  • Tidak berlapang dada, sedikit kesabarannya sehingga dia tidak mampu untuk menyimpan rahasia.
  • Tidak menghiraukan nasehat orang yang cerdik. kenapa dia tidak mau mendengarkan orang cerdik atau orang yang pintar, karena dia merasa telah mengetahui segala hal yang tidak diketahui oleh orang lain. Orang bijak mengatakan," Simpanlah rahasia dirimu, jangan engkau titipkan kepada siapapun. Apabila yang kamu titipi itu adalah orang yang teguh terhadap pendiriannya akan dikhawatirkan suatu saat dia akan tergelincir, dan apabila orang yang kamu titipi itu orang bodoh, dikhawatirkan suatu saat dia akan berkhianat kepadamu."
  • Terbiasa dengan prilaku yang buruk. Anda jangan sekali-kali menitipkan suatu rahasia dirimu sendiri kepada orang yang suka mengorek-ngorek rahasia anda, atau sesuatu yang anda tutupi dari orang-orang yang disekitar anda. Karena rahasiamu adalah darahmu. Apabila kamu buka, maka kamu telah mengalirkan darahmu sendiri.
Jika dirimu orang yang berakal pastinya akan sangat hati-hati untuk menceritakan rahasia kepada orang lain, walaupun orang itu kamu kenal. Orang yang dapat menjaga rahasia itu sagat sedikit dibandingkan orang yang menjaga hartanya. Berusahalah untuk tidak membuka rahasia anda kepada orang ataupun membuka rahasia orang yang dititipkan kepada anda.

MEMAHAMI INTISARI DARI ISRA' MI'RAJ RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Pastinya anda sekalian telah mengetahui tentang isra' da mi'raj nya Nabi Muhammad SAW. Di dalam perjalanan Rasulullah SAW banyak terdapat intisari yang dapat kita ambil sebagai i'tibar. Disini saya akan mencoba untuk memberikan beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari isra' dan mi'raj nya Rasulullah SAW, yaitu :

  1. Allah SWT menunujukkan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada Nabi SAW dan kepada hamba-hamba-Nya.
  2. Allah bermaksud menghibur Rasulullah SAW, karena ketika itu beliau sedang mengalami kesedihan dengan meninggalnya dua orang yang beliau sayangi yaitu Siti Khodijah dan paman beliau Abu Tholib.
  3. Allah SWT bermaksud mempertebal keimanan Rasulullah SAW dengan memberikan sholat lima waktu dalam sehari semalam.
  4. Allah SWT bermaksud menambahkan pengetahuan Rasulullah tentang alam ghoib.
  5. Sebagai ujian kepada ummatnya islam, mau percaya atau tidak tentang isra' dan mi'raj tersebut.
Dari penjelasan diatas telah jelas bahwa kita telah memiliki seorang Nabi yang sangat istimewa dari nabi yang lainnya.

Monday, 6 July 2009

PRILAKU ORANG YANG KIKIR

Ada suatu cerita, bahwa dikisahkan, ada seorang yang sangat amat kikir yang membeli rumah, lalu rumah itu di tempatinya. Ketika dia berdiri di depan pintu, lewatlah seorang pengemis. Orang yang kikir tersebut tidak memberikan apa-apa pada pengemis tersebut. Dia hanya berkata,"Semoga Allah membukakan rezeki bagimu." Tidak lama kemudian datanglah pengemis kedua yang disambut dengan orang kikir tersebutdengan penolakan dengan ucapan,"Sesungguhnya Allah Maha Pemberi rezeki dan mempunyai kekuatan lagi kokoh."

Menyusullah pengemis ketiga yang hanya menerima ucapan dari sang kikir," Allah SWT memberi rezeki kepada siapa saja tanpa perhitungan." Kemudian sang kikir tersebut menoleh kearah putrinya, sambil mengeluh," Alangkah banyaknya pengemis dikampung ini." Putrinya menjawab," Wahai ayah, selama pemberian ayah hanya ucapan-ucapan seperti itu, tidak menjadi masalah bagi kita berapa banyaknya pengemis dikampung ini."

Anda semua bisa mengambil kesimpulan, kenapa pengemis itu mengeluh, kalau dia hanya bisa memberikan ucapan-ucapan saja kepada pengemis, lain ceritanya jika pengemis tersebut dia beri makan, mungkin bisa dia mengeluh karena harus memberikan makan kepada mereka. Biasanya orang kikir selain Ia memberikan cacian dia juga akan angkuh dan merasa dia yang memiliki kelebihan. Apa dia tidak berpikir, semua yang di miliki itu pemberian Allah SWT. Jika Dia Maha Pemberi dan Dia juga bisa mengambilnya kembali.

Sunday, 5 July 2009

ENAM ORANG YANG TIDAK LEPAS DARI KESULITAN

Anda sekalian pastinya pernah berpikir begini, kenapa ya aku selalu menghadapi kesulitan? Terkadang kita tidak tau ada hal apa pada diri kita atau sebagainya. Orang kalau selalu melalui hal-hal yang sulit atau berat, dia selalu pasang muka manyun atau tidak enak kita lihat. Di sini kita coba untuk memberikan keterangan, mungkin bisa membantu anda untuk mengetahui ada apa pada diri anda untuk berbenah diri.

Ada enam orang yang selalu mendapat kesulitan atau tidak lepas dari masalah, yaitu :
  1. Orang miskin yang mendadak menjadi orang kaya baru. Coba anda pikirkan bagaimana perasaan orang miskin tersebut kalau menjadi orang kaya tanpa perjuangan dari zero to hero. Pastinya sombong, kemaruk/katrok. Lupa terhadap sekelilingnya, semua hal yang belum pernah di coba terus di cobanya.
  2. Hartawan/orang kaya yang selalu ketakutan terhadap keselamatan hartanya. Ini orang sudah jelas sekali, karena orang ini pastinya kikir, jika bersedekah takut hartanya berkurang.
  3. Orang yang menuntut jabatan (kedudukan) melebihi dari kemampuannya. Jika kita mampu hanya sampai level yang pas-pas jangan dipaksakan ke level yang lebih tinggi.
  4. Orang yang bersifat iri dengki. Kalau yang satu ini pastinya kamu sekalian sudah tahu, hal yang ini selalu merusak segala sesuatu.
  5. Orang yang bersifat pendendam. Dendam dan iri dengki suatu hal yang bertautan dan membawa malapetaka bagi yang mendekatinya.
  6. Orang yang tidak mengenal kesopanan apabila berkumpul dengan orang-orang sopan dan beradab.
semoga keterangan diatas dapat membantu untuk introfeksi diri anda.

KEINSYAFAN

Keinsyafan artinya sadar akan kekhilafan dan kekeliruannnya selama ini, serta bertekad akan memperbaiki atau merubahnya. Insyaf ialah mengembalikan hak orang tanpa merugikan orang lain dan dengan tangan keadilan serta siasat yang utama. Insyaf dan adil adlah saudara kembar. Orang yang tidak insyaf berarti kehilangan keseimbangan diri.

Jika kita insyaf akan menimbulkan ketenggian energi dan lepas rasanya beban tanggungan, dengan memperoleh kemuliaan dan menjauhi kerendahan. KeInsyafan adalah perkembangan dan keadilan adalah pembuahan, kembang dan buah, jadikan seimbang dan selaras, ada bunga tentunya ada buahnya, ada usaha tentunya juga ada keberhasilan. Oleh karena itu di katakan bahwa :

" Wajib atas siapa saja yang dikuasai Allah SWT menangani urusan negara dan hamba-hamba-Nya agar mampu menguasai dirinya, meninggalkan hawa nafsu angkara murka, menahan amarah, mengenyahkan kezaliman, mengutamakan keadilan pada saat senang atau marah dan menenangkan hak secara sembunyi maupun terang-terangan."

Begitulah keterangan saya tentang Keinsyafan, setidaknya jadi bahan bacaan anda sekalian ataupun wacana sekedar untuk dibaca juga tidak masalah. Mari bersama-sama kita cari hal tersebut diatas yang sudah saya terangkan.oke

SHALAHUDDIN AL-AYYUBI YANG LEMAH LEMBUT

Jika anda ummat muslim pastinya tau siapa yang namanya shalahuddin al-ayyubi tersebut. Beliau adalah penguasa dan panglima kaum muslimin yang lemah lembut. Dalam peperangan melawan pasukan salib, pada masa beliau lah kemenangan kaum muslimin yang amat gemilang untuk melawan musuh-musuh Allah SWT. Pada masa perang tentara muslimin seringkali menyelinab ke asrama tentara musuh pada malam hari, membunuh, menawan dan menculik mereka untuk diadili.

Di antara prajurit kaum muslimin ada yang menculik bayi yang sedang menyusu dengan merampasnya dari buaian ibunya. Ibunya sangat sedih sekali dan mengadu kepada panglima pasukan salib dan penguasa-penguasa mereka. Mereka tidak dapat berbuat apa-apauntuk menolongnya, kecuali menganjurkan ibu tersebut untuk pergi menemui panglima shalahuddin yang mereka kenal berhati lemah lembut.

Si ibu pergi menemui shalahuddin mengadu dengan mengiba dan menangis. Shalahuddin iba terharu dan meneteskan air mata, dan memerintahkan agar bayi tersebut ditemukan dan didatangkan. Ternyata bayi tersebut sudah di jual. Shalahuddin pun mencari siapa pembelinya, dengan maksud untuk membeli kembali bayi tersebut dari pemilik ( pembeli ) bayi, dengan menyerahkan uang untuk membayarnya. Dia menanti hingga si bayi didatangkan dan diserahkan kepada ibunya. Ibu dan bayinya dinaikkan keatas kuda, lalu dikawal oleh pasukan shalahuddin sampai mereka berdua sampai kepada kaumnya dengan terhormat.